Friday, November 22, 2013
Pandayam 240513 :)
Monday, May 14, 2012
Dara itu bernama Sukhoi
berkeping terhempas menghantam bagian bumiku
yang pernah marah mengeluarkan lava ratusan tahun lalu
Berkeping dia hancur
bikin sesat hati yang bersedan-sedan menunggu pengharapan
Semoga ridha akan takdir Yang Maha Tahta
Siapa berani lawan
Aku berduka dan berdoa
Selamatkan jiwa mereka yang berhancuran di bumiku
Allah pasti jaga
Amin
#rfjkt150512
Monday, May 7, 2012
Museum: Dinamisasi Manusia Melalui Budaya
Maaf sekali lagi, saya cuma mau mengeluarkan aspirasi saya aja. Beberapa waktu lalu saya pergi ke Museum Bank Indonesia dan Bank Mandiri. Sekiranya saya bisa liat sejauh mana mata uang bisa jadi saksi bisu sejarah peradaban manusia, budaya, nilai, dan norma. Gak perlu punya banyak ilmu buat dateng kesana, tapi keluarlah dengan ilmu selepas mengunjungi museum. Apalagi buat anak-anak kecil yang masih mengimitasi para tetuanya. Saya harap museum-museum ini bisa jadi tempat hiburan beredukasi yang baik buat adik-adik dan para tetuanya untuk bijaksana menjalani dinamisasi manusia dan nantinya masyarakat. Budaya itu dinamis. Karena budaya itu buatan manusia. :)
beberapa foto saat saya ke museum BI, Bank Mandiri dan diakhiri makan es krim di Ragusa bersama teman saya Audy Majid. :)

Mendinamisasi Manusia

Tuesday, January 24, 2012
Friday, January 20, 2012
Thursday, January 19, 2012
International Student Week in Ilmenau (ISWI) 2011, Germany
Struggle
The story begins when I was visiting my mom’s relative at Menteng. It was several days before Eid Mubarak. There are 3 families who has relation with my mom. One of them I call her Mak A. she asked my mom to give her Mukena, a clothes to pray for moslems. Then my mom told my 2nd sister whether she has one piece of mukena to give. Then I met another mom’s relatives. I saw them, I saw their eyes, deep in to their heart, struggling to have a better life, to survive and live the life with their family even it has broken, but they are tuogh women I’ve ever seen, including my mom. I learn purity and steadfastness, believing in God whatever happened. Yes, I saw it and I must be better and tough after it. I belive Allah will give them the best place someday.
Wednesday, April 27, 2011
Movie Review: Tanda Tanya

Tokoh pertama (menurut saya sepertinya tidak ada tokoh utama) Menuk (Revalina Estemat), seorang wanita berjilbab dan taat agama Islam mempunyai seorang suami bernama Soleh, lelaki yang juga taat agama namun pengangguran. Mereka keluarga miskin di kota Semarang. Punya 1 anak perempuan dan mereka tinggal di rumah kontrakan bersama adiknya Soleh juga yang masih sekolah. Menuk bekerja di salah satu restoran China. Pemilik restoran itu Tan Kat Sun sudah tua dan sakit-sakitan, tapi beliau sangat menghargai agama lain, bahkan alat masak untuk daging babi dengan daging-daging halal lainnya dipisahkan dan dicuci di tempat berlainan. Beliau mempunyai seorang istri yang setia dan seorang anak yang bertato, Hendra namanya, dan keluyuran terus setiap harinya dan ga mau meneruskan usaha papihnya. Kemudian ada Rika, seorang muslimah dulunya namun pindah agama karena dia trauma akan poligami yang dilakukan suaminya, dia mempunyai seorang anak yang masih SD namanya Aby. Tokoh pendukung lainnya yang cukup menarik dan menghibur, kadang malah dia membuat penonton di studio 1 waktu itu ketawaan, Surya (Agus Kuncoro) yang selalu menjadi pemeran figuran walaupun bertaun-taun berpartisipasi dalam dunia perfilm-an yang akhirnya diusir dari kostan karena menunggak bayaran.
Cerita klimaks saat Soleh diterima menjadi Banser NU dan Soleh shock saat dia tahu kalau dia harus menjaga gereja. Setengah hati dia menjalaninya. Menuk yang dulunya berpadu kasih dengan Hendra lebih memilih Soleh karena Soleh taat beragama. Mulai sejak itulah Hendra sangat membeci Soleh, begitu pula sebaliknya. Hendra yang tadinya tidak mau membantu papihnya ternyata berubah dan meneruskan usaha papihnya, namun dia malah mengacaukannya dengan mengubah kebiasaan restoran saat papihnya terbaring tak berdaya karena sakit yang dideritanya. Hendra membuka tirai putih yang biasa digunakan saat bulan Ramadhan untuk menghormati ummat Islam yang sedang berpuasa, dan tetap buka pada saat lebaran hari kedua. Ha ini membuat berang Soleh yang melihat istrinya harus kerja di hari lebaran, Soleh membenci China begitpun sebaliknya Hendra. Hingga Soleh akhirnya membuat kerusuhan bersama teman-temannya dengan menghancurkan restoran China tersebut sampai-sampai Tan Kat Sun menjadi korban pukulannya dan kritis hingga akhirnya meninggal. Hendra semenjak itu sadar mengapa papihnya sangat menghargai agama lain. di cerita lainnya, Surya yang menumpang tinggal di masjid dan pengangguran diminta Rika untuk menjadi aktor di malam paskah. Surya awalnya ragu karena takut dibilang mendzolimi Islam akhirnya mengikuti ajakan itu setelah berdiskusi dengan Pak Ustadz. Dan akhirnya dia terpilih sebagai pemeran utama yakni menjadi Jesus. Terdapat berbagai macam polemik sepanjang film. Sedangkan Rika masih ga berani untuk pulang kampung karena ayahnya belum mengetahui kalau dia sudah pindah agama. Dan Rika selalu digosipkan orang karena Rika pindah agama. Cerita ga selesai sampai di situ, pada malam natal, kali kedua Surya memerankan Jesus, Soleh yang saat itu menjaga gereja bersama anggota Banser NU lainnya, Soleh menemukan paket bom di dalam gereja dan (saat itu dia masih dijauhi oleh istrinya Menuk) Soleh membawa paket bom itu keluar dan berlari menjauhi gereja. Hingga akhirnya bom itu meledak di dalam dekapannya. Saat itulah beberapa penonton mulai terharu dan menangis (salah satunya teman saya -_-“). Dan akhirnya Hendra masuk Islam, Menuk tetap kerja di restoran dan Kampung tersebut diganti menjadi Kampung Soleh. Sedangkan Rika dikunjungi kedua orang tuanya yang sudah mengikhlaskannya untuk memilih pilihannya sendiri. Surya? Saya masih ga jelas sama nasib dia sebenarnya. Hehehe
Film ini sebenarnya punya inti yang jelas mengenai pluralisme dan universalitas beragama. Toleransi, saling menghargai, dan konflik-konflik kecil bahkan besar digambarkan dengan jelas dan mudah dipahami. Penggambaran mengenai realitas kehidupan antar beragama digambarkan dengan baik oleh sutradara. Namun sayang, mengapa cuma 3 agama saja yang ditampilkan? Padahal Indonesia punya 6 agama yang diakui, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu (diakui saat zaman Gusdur berkuasa). Hm atau mungkin singkatnya waktu yang membuat Hanung hanya mengedepankan 3 agama tersebut. Saya rasa Hanung masih kurang objektif di dalam film. Masih lebih memunculkan keislaman yang mempunyai citra teroris atau semacamnya, bahkan poligami. Saya orang yeng termasuk sangat membenci poligami, tapi saya rasa Hanung harus sedikit adil dalam bercerita. Dan menayangkan film yang sarat SARA di hari paskah? Hm, mengundang banyak pro dan kontra, tak sedikit hujatan yang diberikan terhadap Hanung maupun film tersebut. Yah, film ini banyak makna, namun perlu dikaji ulang agar orang yang menonton juga ga beda presepsi sama apa yang mau ditampilin mas Hanung. Terima kasih sudah mau membaca review film "Tanda Tanya" ini. Takk!
:)
Monday, April 25, 2011
skripsi.ISWI
Tidur berasa ga nyenyak. Bawaannya mau buru-buru nyelesein skripsi. Sampe kebawa mimpi. Bangun-bangun mimpinya ilang dan -------à itu cuma mimpi. Skripsi yang tadinya diharapkan minggu ini udah bab 4, ternyata tinggal kenangan. Datanya eror, saya kira skripsi tinggal beut beut beut. Apalagi yang saya teliti bukan studi yang berat. But, ternyata saya memang berdosa udah nganggep kaya gitu. Maap ya Allah. Harus lebih fokus lagi. Mudah-mudahan besok di kasih petunjuk sama Allah. Entah kenapa akhir-akhir ini emang saya ga ada semagat buat ngerjain skripsi gara-gara datanya ga valid. Terancam ganti objek penelitin ni. Cuma hari rabu mau konsul ke pembimbing utama. Ya Allah mudah-mudahan bisa diskusi dan dapet jalan keluar yang terbaik ya Allah. Amin.
Oh ya saya mau cerita sesuatu, saya keterima untuk mengikuti International Student Week in Ilmenau, Jerman bulan Mei ini. Sama kayak ISFiT kemaren, cuma ini di Jerman. Abis liat invitation letter dari panitia sana pas lagi di Amsterdam nunggu transit pas pulang dari Norway. Agak shock karna saya tau untuk dapet uang pesawat ke sana ga mudah. Dan saya waktu itu ga tau gimana saya bisa kembali ke eropa. Fiuh. Pas udah beberapa hari di Jakarta saya masih belum bisa ngelupain ISFiT (sampe sekarang juga belom). Because that was awesome! Sebenernya kesempatan buat ke Jerman bisa jadi salah satu kesempatan saya buat kembali ke Norway, tapi sayang, uang yang saya dapetin sampe sekarang aja masih belum cukup buat pesawat ke Jerman. Ya Allah, malah bikin tambah pusing ya. Hahaha. Cari dana ke sana sini, spent a lot of money for transport. Dan saya harus menabung sampe-sampe saya harus mulai terbiasa lagi untuk puasa daud biar saya bisa berhemat. Sekalian buat ibadah juga. Kan Allah seneng kalo ummatnya beribadah dengan niat ga cuma beribadah tapi juga buat sesuatu yang baik. Ya ga?
Ok back to ISWI, kamu bisa dapetin infonya di www.iswi.org dan di sana kamu bisa liat apa aja persyaratannya. Kamu tinggal isi formulir secara online di sana. ISWI diadakan tiap dua tahun sekali. Dia tematik dan kamu harus isi formulir sesuai dengan tema dan workshop yang akan kamu pilih. Seperti posting saya sebelumnya tentang bagaimana bisa dapet invitation letter dari acara semacam ISFiT, isi dengan sebenar-benarnya dan jangan lebay ya. Hehehe. Next step, kamu masih punya waktu untuk berbuat seuatu untuk bumi ini, dan ini jadi nilai plus kamu buat diterima. Oh ya, ISWI tahun ini kayanya bakal rame, dan saya sebenernya pengen banget dateng ke sana. Kemaren kamis udah apply visa, niatnya mau extend jadi bisa punya beberapa hari buat menikmati lagi keindahan europe, tapi nyatanya uangnya ga cukup, saya rasa saya sudah puas pas ISFiT kemaren, jadi saya akhirnya memutuskan untuk ga extend. Tapi ada sedikit masalah karena kakak ga ngijinin saya buat ikut ISWI. Tapi saya nekad apply visa. Dan saya bertekad untuk ga akan minta sepeserpun dari keluarga untuk perjalanan saya kali ini. I promise! Mudah2an Allah kasih jalan keluar bagaimana saya dapetin uang sisa untuk ke Jerman di akhir April ini. Amin.
Oke, ini cuma sekadar share aja, karena saya memang lagi dipusingin sama dua topic itu. Mencoba untuk mencari jalan keluar, bukan malah lari dari masalah. Hm, ada satu hal lagi, tapi mungkin ini sangat privasi. Saya bahas di posting selanjutnya.
Monday, March 28, 2011
Breakable - INGRID MICHAELSON
So it's fairly simple to cut right through the mess,
And to stop the muscle that makes us confess.
And our cracking bones make noise,
And we are just,
Breakable, breakable, breakable girls and boys.
You fasten my seatbelt because it is the law.
In your two ton death trap I finally saw.
A piece of love in your face that bathed me in regret.
Then you drove me to places I'll never forget.

And we are so fragile,
And our cracking bones make noise,
And we are just,
Breakable, breakable, breakable girls and boys.
And we are so fragile,
And our cracking bones make noise,
And we are just,
Breakable, breakable, breakable girls-
Breakable, breakable, breakable girls-
Breakable, breakable, breakable girls and boys.







.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)





.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)





