Friday, November 22, 2013

Pandayam 240513 :)

Assalamualaikum..
Yeay!! I’m back bloggers.. Kembali dengan segudang cerita hihi. Ingat terakhir kali saya posting mengenai pengalaman seru saya di dunia perkuliahan dan awal masuk saya bekerja di Soegeng Sarjadi School of Government? Sekarang tentunya sudah banyak berbeda. Apa bedanya? Ya, I’m getting married. Yeay! :D
Doain ya bloggers. Mungkin saya belum posting tentang cami saya alias calon suami hihi. Namanya Egie Kristianto, gitaris terjago se Bekasi hehehe. Iya dong namanya juga calon suami pasti saya bangga2in hihi. Umur kita beda 4 tahun. Saya 23, Egie 27. Orang bilang kalo di foto si mirip banget. Alhamdulillah, mudah2an jodoh sampe akhirat. Amin. Alhamdulillah, everything happened for a reason. Semuanya udah digarisin sama Allah, di saat yang tepat banget. Subhanallah ya bloggers. Saya udah rasain betapa Allah sayang sama hambaNya. Saya nemuin cerminan sifat yang sama di Egie, kalo kata Justin Timbelake “You’re like my mirror” hihi. Kita jadian sangat singkat, tanggal 24 Mei 2013 abis makan di Pizza hut bareng Ibu, kk perempuannya dan suami kakaknya. Pulang dari Mall taman Anggrek itu Egie nganterin saya ke rumah sedangkan ibu dan kakaknya di mobil yang berbeda. Dan kita keterusan tol semanggi saking asyiknya cerita haghaghag. Brenti bentar di pom bensin, Egie menyatakan cintanya dan ngajak saya untuk serius ke depannya. Alhamdulillah.




Masa pacaran kita bener2 terstruktur haha, bulan pertama saling mendalami sifat masing-masing, bulan kedua (pas banget lagi bulan puasa) saatnya kami mengenal lebih dalam keluarga masing2. Bulan ketiga mulai melebur ciyehh buat ngomongin pernikahan begitu juga bulan berikut sampe suatu waktu saya dan Egie pulang kantor terus kita ke taman Barito haha (maaf bukan alay cari tempat pacaran), kami cuma mau jalan2 ajah kebetulan saya ga pernah ke taman barito padahal rumah deket haha. Dan disitulah dimana egie proposed me to be his wife forever. Hihi. Sweet yah. Panda love you ayam kukukukk..


Selanjutnya banyak ujian-ujian semasa pacaran itu huff. Ya temen2 bloggers pasti tahu gimana masalah2 kecil itu datang. Tapi alhamdulillahnya semua kita berdua bisa lewati mau sampe nangis2 badai kaya bulu matanya syahrini. Haghaghag. Sampe akhirnya kita sepakat buat lamaran tanggal 20 Oktober 2013, ultahnya Egie ke 27 hihi.







Dan sekarang saya dan Egie lagi persiapan buat printil2 seserahan awal tahun 2014 nanti hehe. Pusiang bin kriwil. Kita sepakat buat nikah di rumah saya, resepsinya juga jadi ga ngeluarin budget yang berlebih. Karena saya dan Egie menjunjung tinggi kesederhanaan hehe yang pentiing ibadahnya, ya ga bloggers? Hoho. Di next post saya mau share juga ya buat printil2 nikahannya. Mudah2an bisa jadi inspirasi buat temen2 bloggers dan akan selalu saya update sampe seterusnya setelah nikahan yak. Hihi. So just wait my next post. See you bloggers!

Monday, May 14, 2012

Dara itu bernama Sukhoi

Dara terbang lalu luluh lantak
berkeping terhempas menghantam bagian bumiku
yang pernah marah mengeluarkan lava ratusan tahun lalu


Berkeping dia hancur
bikin sesat hati yang bersedan-sedan menunggu pengharapan


Semoga ridha akan takdir Yang Maha Tahta
Siapa berani lawan


Aku berduka dan berdoa
Selamatkan jiwa mereka yang berhancuran di bumiku
Allah pasti jaga


Amin


#rfjkt150512

Monday, May 7, 2012

Museum: Dinamisasi Manusia Melalui Budaya

Seperti blog yang saya posting sebelumnya, mendinamisasi manusia. Andai saya kaji dengan keantropologiannya, mendinamisasikan manusia yang memang faktor alam atau "dari sononya" bisa jadi pupuk buat mendinamisasikan masyarakat yang konvensional, kurang pengetahuannya. Saya tertarik dengan perkataan Pramoedia "Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan". Dimana seseorang dengan ilmunya harus adil, juga berbagi ilmu itu dengan berbuat sebaik-baiknya manusia pada sesamanya.
Maaf sekali lagi, saya cuma mau mengeluarkan aspirasi saya aja. Beberapa waktu lalu saya pergi ke Museum Bank Indonesia dan Bank Mandiri. Sekiranya saya bisa liat sejauh mana mata uang bisa jadi saksi bisu sejarah peradaban manusia, budaya, nilai, dan norma. Gak perlu punya banyak ilmu buat dateng kesana, tapi keluarlah dengan ilmu selepas mengunjungi museum. Apalagi buat anak-anak kecil yang masih mengimitasi para tetuanya. Saya harap museum-museum ini bisa jadi tempat hiburan beredukasi yang baik buat adik-adik dan para tetuanya untuk bijaksana menjalani dinamisasi manusia dan nantinya masyarakat. Budaya itu dinamis. Karena budaya itu buatan manusia. :)


beberapa foto saat saya ke museum BI, Bank Mandiri dan diakhiri makan es krim di Ragusa bersama teman saya Audy Majid. :)

















Mendinamisasi Manusia

Menjadi pribadi yang dinamis adalah manusia. Hal yang sangat saya tidak dapat hindari. Bahkan orang gak waras pun dinamis, bisa kewarasannya maupun ketidakwarasannya. Sebuah luapan emosi bisa diungkapkan manusia lewat ekspresi, baik dari tubuh, wajah bahkan bahasa. Menyadari bahwa gak selamanya saya harus menjadi anak terkecil dan manja. Gak selamanya juga saya harus minta dibayari. Alhamdulillah saya udah lulus strata satu sarjana ilmu komunikasi. saya tau cari kerja di Indonesia itu sulitnya minta ampun. 6 bulan saya berjuang, menanggung malu pengangguran. Tapi bukan berarti selama itu saya gak produktif. Saya magang di humas PT Astra International Tbk di Sunter sebelum akhirnya saya diterima bekerja jadi staf divisi program di Soegeng Sarjadi School of Government dibawah asuhan bang Fadjroel Rachman. Menyenangkan ketika saya harus bisa berinovasi membuat suatu program yang sifatnya lebih kemasyarakatan dan pencerdasan bangsa. Suatu hal yang mungkin banyak orang pandang sebelah mata karena tidak menghasilkan uang yang banyak. Walaupun begitu, apa yang saya dapatkan lebih. Menjadi pribadi manusia yang dinamis dan menumbuhkan empati untuk hidup berdampingan atau zoon politicon. Bertemu dengan orang sehebat ketua KPK Abraham Samad itu sebuah karya luar biasa bagi saya. Beliau hadi di acara SSSG, Nonton Bareng Film "Kita Vs Korupsi". Terlihat begitu wibawa dan tegasnya beliau sebagai perawakan Makassar.

Menjadi pribadi yang ingin berhasil ga cuma dilihat dari apa yang telah diperbuat. Tapi hati, jiwa dan pikiran juga. Saya gak tahan ketawa, liat blog-blog dari jaman kuliah. Gak pernah tanpa cowok. hehe. Manusia berpikir dengan akal dan cinta, itu yang saya rasakan. Memfokuskan diri pada apa yang ingin saya capai untuk keberhasilan diri itu sangat penting bagi saya sekarang. Dan saya yakin Allah ga akan pernah memberi ujian yang melampaui batas kemampuan manusia itu sendiri. Semoga blog saya yang dari masa ke masa bisa jadi refleksi hidup yang dinamis itu. Hasbunallah wa ni'mal wakil. Subhanallah. :)

saya di acara Nonton Bareng Film "Kita Vs Korupsi"


teman-teman di SSSG

Friday, January 20, 2012

Heejab. part one.


Just tried new style.. hehe






me and my cousin :D



me and my friend :D



Thursday, January 19, 2012

International Student Week in Ilmenau (ISWI) 2011, Germany


Sudah lama saya ga nulis blog, and I hope it will be my new begining to write again. Hey January, bulan ini saya mengulang hari kelahiran saya yang ke 22. Nice number isn’t it? I just finished my bachelor degree last year on August, tentunya dengan sekuat tenaga saya coba buat nyelesein skripsi itu. Seru, sempet ganti judul. Skripsi ambil penelitian kualitatif, pendekatannya Charles Sanders Pierce. Yup, studi semiotika, udah mulai banyak yang pake ini di jurusan humas kampus saya. Studi ini ga cuma neliti tentang pemaknaan, tapi juga how people construct the symbol based on their frame of reference and their field of experience, their social environment, ect. Wow, itu sedikit review dari saya, jangan pusing yah, saya juga lagi ga mau bahas skripsi duyuu.. ehehe
Apa yah, hm, ada request dari beberapa teman buat posting tentang International Student Week in Ilmenau, Germany yang saya ikuti beberapa bulan lalu. Saking sibuknya, males tepatnya, haha. Jadi baru bisa sekarang. Ok, I will try to tell you my ISWI story in English. J
On my earlier post in April, I posted about my final report (thesis) and ISWI. The things that succeed crush my brain. Hehe. After looking for sponsors for a month, I desperate and decided not to come to ISWI in Germany because money that I have collected was not enough to book a fligth to Germany. I just need 2 million more to go. When I decided not to go, my dad was calling me and offered me some money to go to Germany. That’s Allah miracle and I believe He always there for me. After thinking for a week, I accept it, I was still doubt because I know, my family has problem with money, it was a miracle because someone bought my dad’s land in Depok. Wohoo. Alhamdulillah.
Here we go again, I finally booked my flight to Germany after I applied my visa. I got 1050 US $ for return fligth with Qatar Airways. Cheap fligth for Europe. Hehe. It is because I used my International Student Identity Card (ISIC). Hehe promosi.. my departure was on 12th of May to Frankfurt. I arrived at FRA about in the evening, oh I forgot to tell you that I was not alone on the plane but with Candini (actually she was an ISFIT participant too and lucky us, we got the second chance to go to Europe again).
this is Candini and her big suitcase :p


me and my suitcase ;D
A funny storry on the plane we got, at night, our neighbor, a man flirt a woman who he has just met at that moment. He offered the women to marry him, he convince that if the women work abroad (Indonesian Women Workers-TKW) that is no problem if she married again during their work time. Hahaha. We still kept not to laugh, because the man accent was so Tegal, it is one of Indonesian city, but he spoke really funny. haha.
Ok back to ISWI, I took a train to Ilmenau with Candini, but you know what?? We met egyptians on the train. They are ISWI participants too. And they are good in English. We almost die because of cold, haha, we had to transit for less than an hour at one station. How lucky, Mostafa, one of my egyptian friend brougth bread. That was my first time to eat egyptian bread. :p
me and my egyptian friends, mostafa is the biggest one hihi :p


Then I arrived in Ilmenau about 12 am. Fiuhhh. And I got a couple host to stay for 10 days. At first I thought they were married, but actually they are on a date. Hehe.
Lari (right) my host and her boy friend (left)




this is my first breakfast and offcourse my fave one. :D thank you Lari

@rivo's birthday (lari's sister)

The next day I must prepare for my first day to attend ISWI, wohoo. On my first day when I walked through Mensa building (ISWI crew’s meeting point), someone shouted my name loudly, “Kiky!” I turned my head in to my right, then I narrowed my eyes. I was supprised, he smile at me and came closer to me. Awkwardly, I called his name “Hi, Ali?” he answered me “Yes, it is me Ali from Pakistan” then I smile. We chat before we met, and he gave me support.


this is our first meeting, and Ali precisely on the left side

the school building (TU Ilmenau)

At first day I gathered with other participants in sport field. Then the next day, we have international brunch, yeap, a brunch with international culinaire, hihi, it was really nice and COLD, because it was minus 2 in Ilmenau. Brrr..
yes, International Brunch time! :D


On the next day, we started the discussion. I got media and communication for freedom, because ISWI’s theme for that year was about “Freedom”. And this is my picture with them. J

Us.... ;*
(magdalena, luisa, daniel, elisa, me, ewa, emanuele, diana, yana, sasha, zhenya)

our project

our presentation

the plennary session

me ;D

They are really nice. I miss them. We talked many problems that curently happen in each country. I was the only one from Asia, because we had two group for media and communication. So I just explain about Japan which was stricken by big tsunami. And about media in Indonesia. Ah, a lot of things I got from them. Now I know, several countries in Europe doesn’t have freedom for their speech. For examples in Belarous, their condition are the same with Egypt at this moment. They struggle to have a better condition from their dictator president. Before went back to frankfurt, we were going to Efurt, beautiful city :)
at Erfurt

I learned so many things, and the main thing is, I met different people, different cultures, and different thoughts. 

I really want to show you how beautiful Ilmenau and Frankfurt so I will give you the documentary of ISWI 2011 on next post. :)
That is my short story for ISWI 2011, hope you like it. And please don’t vomit, lol. :P
But if you are not, just shut down your computer and try to forget my incredible story. Hehehe.

Struggle

The story begins when I was visiting my mom’s relative at Menteng. It was several days before Eid Mubarak. There are 3 families who has relation with my mom. One of them I call her Mak A. she asked my mom to give her Mukena, a clothes to pray for moslems. Then my mom told my 2nd sister whether she has one piece of mukena to give. Then I met another mom’s relatives. I saw them, I saw their eyes, deep in to their heart, struggling to have a better life, to survive and live the life with their family even it has broken, but they are tuogh women I’ve ever seen, including my mom. I learn purity and steadfastness, believing in God whatever happened. Yes, I saw it and I must be better and tough after it. I belive Allah will give them the best place someday.

Wednesday, April 27, 2011

Movie Review: Tanda Tanya

Easter Day. It is common in our ears this several day. Sekadar mau jujur, saya baru tau kalau itu adalah bahasa Inggrisnya paskah. (Hello!! Lo kemana aja kiiii…). Hahaha. Dan Anda harus tau kalau saya tau kata-kata itu dari siapa, Terje, my Norwegian friend. Waktu hari itu kita berbicara di virtual life. Dia bilang dia lagi libur karena easter day (duh saya ga akan cerita gimana kelanjutan pertanyaan saya, karna sangat konyol. Hahaha. Dan Anda pasti tau pertanyaan saya selanjutnya.) Oke, kembali ke hari paskah. Beberapa hari yang lalu tepatnya hari senin malam, saya dan teman saya nonton di 21. Judul film itu “Tanda Tanya”. Little bit odd, because the movie is showing during the easter day. Ga tau kenapa, Hanung Bramantyo selaku sutradaranya memilih timing di saat dekat dengan hari paskah. Mungkin dengan adanya gonjang-ganjing dan berita teroris bertebaran di Indonesia. Mungkin. Saya ga pernah ketemu dan bertanya langsung ke beliau. Ok, sebelum saya analisis, saya akan sedikit bercerita tentang filmnya.


Tokoh pertama (menurut saya sepertinya tidak ada tokoh utama) Menuk (Revalina Estemat), seorang wanita berjilbab dan taat agama Islam mempunyai seorang suami bernama Soleh, lelaki yang juga taat agama namun pengangguran. Mereka keluarga miskin di kota Semarang. Punya 1 anak perempuan dan mereka tinggal di rumah kontrakan bersama adiknya Soleh juga yang masih sekolah. Menuk bekerja di salah satu restoran China. Pemilik restoran itu Tan Kat Sun sudah tua dan sakit-sakitan, tapi beliau sangat menghargai agama lain, bahkan alat masak untuk daging babi dengan daging-daging halal lainnya dipisahkan dan dicuci di tempat berlainan. Beliau mempunyai seorang istri yang setia dan seorang anak yang bertato, Hendra namanya, dan keluyuran terus setiap harinya dan ga mau meneruskan usaha papihnya. Kemudian ada Rika, seorang muslimah dulunya namun pindah agama karena dia trauma akan poligami yang dilakukan suaminya, dia mempunyai seorang anak yang masih SD namanya Aby. Tokoh pendukung lainnya yang cukup menarik dan menghibur, kadang malah dia membuat penonton di studio 1 waktu itu ketawaan, Surya (Agus Kuncoro) yang selalu menjadi pemeran figuran walaupun bertaun-taun berpartisipasi dalam dunia perfilm-an yang akhirnya diusir dari kostan karena menunggak bayaran.

Cerita klimaks saat Soleh diterima menjadi Banser NU dan Soleh shock saat dia tahu kalau dia harus menjaga gereja. Setengah hati dia menjalaninya. Menuk yang dulunya berpadu kasih dengan Hendra lebih memilih Soleh karena Soleh taat beragama. Mulai sejak itulah Hendra sangat membeci Soleh, begitu pula sebaliknya. Hendra yang tadinya tidak mau membantu papihnya ternyata berubah dan meneruskan usaha papihnya, namun dia malah mengacaukannya dengan mengubah kebiasaan restoran saat papihnya terbaring tak berdaya karena sakit yang dideritanya. Hendra membuka tirai putih yang biasa digunakan saat bulan Ramadhan untuk menghormati ummat Islam yang sedang berpuasa, dan tetap buka pada saat lebaran hari kedua. Ha ini membuat berang Soleh yang melihat istrinya harus kerja di hari lebaran, Soleh membenci China begitpun sebaliknya Hendra. Hingga Soleh akhirnya membuat kerusuhan bersama teman-temannya dengan menghancurkan restoran China tersebut sampai-sampai Tan Kat Sun menjadi korban pukulannya dan kritis hingga akhirnya meninggal. Hendra semenjak itu sadar mengapa papihnya sangat menghargai agama lain. di cerita lainnya, Surya yang menumpang tinggal di masjid dan pengangguran diminta Rika untuk menjadi aktor di malam paskah. Surya awalnya ragu karena takut dibilang mendzolimi Islam akhirnya mengikuti ajakan itu setelah berdiskusi dengan Pak Ustadz. Dan akhirnya dia terpilih sebagai pemeran utama yakni menjadi Jesus. Terdapat berbagai macam polemik sepanjang film. Sedangkan Rika masih ga berani untuk pulang kampung karena ayahnya belum mengetahui kalau dia sudah pindah agama. Dan Rika selalu digosipkan orang karena Rika pindah agama. Cerita ga selesai sampai di situ, pada malam natal, kali kedua Surya memerankan Jesus, Soleh yang saat itu menjaga gereja bersama anggota Banser NU lainnya, Soleh menemukan paket bom di dalam gereja dan (saat itu dia masih dijauhi oleh istrinya Menuk) Soleh membawa paket bom itu keluar dan berlari menjauhi gereja. Hingga akhirnya bom itu meledak di dalam dekapannya. Saat itulah beberapa penonton mulai terharu dan menangis (salah satunya teman saya -_-“). Dan akhirnya Hendra masuk Islam, Menuk tetap kerja di restoran dan Kampung tersebut diganti menjadi Kampung Soleh. Sedangkan Rika dikunjungi kedua orang tuanya yang sudah mengikhlaskannya untuk memilih pilihannya sendiri. Surya? Saya masih ga jelas sama nasib dia sebenarnya. Hehehe

Film ini sebenarnya punya inti yang jelas mengenai pluralisme dan universalitas beragama. Toleransi, saling menghargai, dan konflik-konflik kecil bahkan besar digambarkan dengan jelas dan mudah dipahami. Penggambaran mengenai realitas kehidupan antar beragama digambarkan dengan baik oleh sutradara. Namun sayang, mengapa cuma 3 agama saja yang ditampilkan? Padahal Indonesia punya 6 agama yang diakui, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu (diakui saat zaman Gusdur berkuasa). Hm atau mungkin singkatnya waktu yang membuat Hanung hanya mengedepankan 3 agama tersebut. Saya rasa Hanung masih kurang objektif di dalam film. Masih lebih memunculkan keislaman yang mempunyai citra teroris atau semacamnya, bahkan poligami. Saya orang yeng termasuk sangat membenci poligami, tapi saya rasa Hanung harus sedikit adil dalam bercerita. Dan menayangkan film yang sarat SARA di hari paskah? Hm, mengundang banyak pro dan kontra, tak sedikit hujatan yang diberikan terhadap Hanung maupun film tersebut. Yah, film ini banyak makna, namun perlu dikaji ulang agar orang yang menonton juga ga beda presepsi sama apa yang mau ditampilin mas Hanung. Terima kasih sudah mau membaca review film "Tanda Tanya" ini. Takk!

:)

Monday, April 25, 2011

skripsi.ISWI

Tidur berasa ga nyenyak. Bawaannya mau buru-buru nyelesein skripsi. Sampe kebawa mimpi. Bangun-bangun mimpinya ilang dan -------à itu cuma mimpi. Skripsi yang tadinya diharapkan minggu ini udah bab 4, ternyata tinggal kenangan. Datanya eror, saya kira skripsi tinggal beut beut beut. Apalagi yang saya teliti bukan studi yang berat. But, ternyata saya memang berdosa udah nganggep kaya gitu. Maap ya Allah. Harus lebih fokus lagi. Mudah-mudahan besok di kasih petunjuk sama Allah. Entah kenapa akhir-akhir ini emang saya ga ada semagat buat ngerjain skripsi gara-gara datanya ga valid. Terancam ganti objek penelitin ni. Cuma hari rabu mau konsul ke pembimbing utama. Ya Allah mudah-mudahan bisa diskusi dan dapet jalan keluar yang terbaik ya Allah. Amin.

Oh ya saya mau cerita sesuatu, saya keterima untuk mengikuti International Student Week in Ilmenau, Jerman bulan Mei ini. Sama kayak ISFiT kemaren, cuma ini di Jerman. Abis liat invitation letter dari panitia sana pas lagi di Amsterdam nunggu transit pas pulang dari Norway. Agak shock karna saya tau untuk dapet uang pesawat ke sana ga mudah. Dan saya waktu itu ga tau gimana saya bisa kembali ke eropa. Fiuh. Pas udah beberapa hari di Jakarta saya masih belum bisa ngelupain ISFiT (sampe sekarang juga belom). Because that was awesome! Sebenernya kesempatan buat ke Jerman bisa jadi salah satu kesempatan saya buat kembali ke Norway, tapi sayang, uang yang saya dapetin sampe sekarang aja masih belum cukup buat pesawat ke Jerman. Ya Allah, malah bikin tambah pusing ya. Hahaha. Cari dana ke sana sini, spent a lot of money for transport. Dan saya harus menabung sampe-sampe saya harus mulai terbiasa lagi untuk puasa daud biar saya bisa berhemat. Sekalian buat ibadah juga. Kan Allah seneng kalo ummatnya beribadah dengan niat ga cuma beribadah tapi juga buat sesuatu yang baik. Ya ga?

Ok back to ISWI, kamu bisa dapetin infonya di www.iswi.org dan di sana kamu bisa liat apa aja persyaratannya. Kamu tinggal isi formulir secara online di sana. ISWI diadakan tiap dua tahun sekali. Dia tematik dan kamu harus isi formulir sesuai dengan tema dan workshop yang akan kamu pilih. Seperti posting saya sebelumnya tentang bagaimana bisa dapet invitation letter dari acara semacam ISFiT, isi dengan sebenar-benarnya dan jangan lebay ya. Hehehe. Next step, kamu masih punya waktu untuk berbuat seuatu untuk bumi ini, dan ini jadi nilai plus kamu buat diterima. Oh ya, ISWI tahun ini kayanya bakal rame, dan saya sebenernya pengen banget dateng ke sana. Kemaren kamis udah apply visa, niatnya mau extend jadi bisa punya beberapa hari buat menikmati lagi keindahan europe, tapi nyatanya uangnya ga cukup, saya rasa saya sudah puas pas ISFiT kemaren, jadi saya akhirnya memutuskan untuk ga extend. Tapi ada sedikit masalah karena kakak ga ngijinin saya buat ikut ISWI. Tapi saya nekad apply visa. Dan saya bertekad untuk ga akan minta sepeserpun dari keluarga untuk perjalanan saya kali ini. I promise! Mudah2an Allah kasih jalan keluar bagaimana saya dapetin uang sisa untuk ke Jerman di akhir April ini. Amin.

Oke, ini cuma sekadar share aja, karena saya memang lagi dipusingin sama dua topic itu. Mencoba untuk mencari jalan keluar, bukan malah lari dari masalah. Hm, ada satu hal lagi, tapi mungkin ini sangat privasi. Saya bahas di posting selanjutnya.

Monday, March 28, 2011

Breakable - INGRID MICHAELSON

Have you ever thought about what protects our hearts?
Just a cage of rib bones and other various parts.
So it's fairly simple to cut right through the mess,
And to stop the muscle that makes us confess.


And we are so fragile,
And our cracking bones make noise,
And we are just,
Breakable, breakable, breakable girls and boys.

You fasten my seatbelt because it is the law.
In your two ton death trap I finally saw.
A piece of love in your face that bathed me in regret.
Then you drove me to places I'll never forget.




And we are so fragile,
And our cracking bones make noise,
And we are just,
Breakable, breakable, breakable girls and boys.

And we are so fragile,
And our cracking bones make noise,
And we are just,
Breakable, breakable, breakable girls-
Breakable, breakable, breakable girls-
Breakable, breakable, breakable girls and boys.



where do you come from?

widgets

Total Pageviews